Jojo Kecewa Masih Tampil Buruk di Turnamen BWF

Jojo Kecewa Masih Tampil Buruk di Turnamen BWF

 

TOKYO, blogberita-bola – Anthony Sinisuka Ginting mengamankan satu tempat di babak kedua Japan Open 2018 dengan mengalahkan unggulan kedelapan, Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-14, 21-15.

Sayangnya langkah ini tak dapat diikuti Jonatan Christie yang terhenti dari Prannoy H.S (India), dengan skor 18-21, 17-21. seandainya lolos, Jonatan sedianya akan bertemu dengan Anthony dan tunggal putra Indonesia memastikan satu tempat di perempat final.

“Saya dapat memegang kendali dari awal permainan sampai akhir, sementara lawan tak langsung in ke permainan. Bola-bola pengembaliannya bukan seakurat di pertemuan kami sebelumnya,” ucap Anthony kepada Badmintonindonesia.org.

“Kunci utama hari ini adalah fokus dan tak memberi kesempatan sama sekali kepada lawan untuk bangkit. Lawan tidak pemain menyerang, biasanya pemain reli akan menunggu saya salah mengarahkan bola. Antisipasinya ya jangan melakukan kesalahan sendiri. kalau buat salah, contohnya pengembalian tanggung, mesti siap dengan serangan lawan,” beber Anthony.

Sementara itu, Jonatan sebetulnya telah menguasai permainan di gim pertama dengan mengungguli Prannoy. tapi pada saat kedudukan sama kuat 14-14, Prannoy bangkit dan balik memberikan tekanan.

“Sebenarnya di awal gim, mainnya cukup enak, saya dapat keluarkan stroke nya dengan baik. Di akhir gim, saya dua-tiga kali buang peluang di saat krusial. Harusnya berani adu di depan net. Di gim kedua, saya masih terpikir soal gim pertama. Sayang sekali di gim pertama telah unggul tapi tak dapat menyelesaikan, ” kata Jonatan yang ditemui selesai pertandingan.

“Kecewa itu pasti, saya belum dapat menunjukkan yang terbaik di turnamen BWF tour, dalam beberapa turnamen terakhir, selesai di babak 16 besar, dibilang kecewa ya kecewa. Apalagi di Jepang ini saya kurang beruntung. Tahun lalu setelah final di Korea Open, di Jepang langsung kalah di babak pertama juga. Mudah-mudahan saja tahun depan dan tahun 2020 dapat lebih baik,” sebut Jonatan.

“Soal persiapan yang agak mepet, ya sebenarnya pasti ada pengaruhnya, karena persiapan kami cuma seminggu. Ya ini dijadikan pelajaran saja, saya mesti lebih mempersiapkan diri, pertandingannya kan banyak,” kata Jonatan ketika ditanya soal persiapan menuju turnamen ini.

Sementara itu,  Pelatih Kepala Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra berkata bahwa Jonatan memang tak tampil semaksimal di Asian Games 2018. Terutama dari segi fokus di pertandingan.

“Kalau saya lihat dari tingkat kesegaran ototnya, ini terlihat di pertandingan. Selain itu fokus pikirannnya pun nggak seperti kemarin (di Asian Games). Jonatan juga kalah dari Prannoy di Asian Games tapi menurut saya performa Jonatan kali ini lebih baik, telah ketemu formulanya. Tapi di sini serangannya tidak dapat tembus. Saya optimistis dia dapat atasi di pertandingan selanjutnya,” pasti Hendry.

Anthony menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Japan Open 2018. Selain Jonatan, Tommy Sugiarto juga telah terhenti di tangan Chen Long (Tiongkok), dengan skor 21-12, 17-21, 14-21.


Sumber : bola.kompas.com

You May Also Like

About the Author: Deteknoway

Leave a Reply

Your email address will not be published.